Pages

Rabu, 29 Juli 2009

Perdarahan Uterus Disfungsi

dr.Bambang Widjanarko SpOG


PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSI : Perdarahan uterus abnormal pada wanita yang terjadi pada masa antara menarche dan menopause yang tidak berhubungan dengan :

  • Obat-obatan
  • Kelainan darah
  • Penyakit sistemik
  • Trauma
  • Keganasan
  • Kehamilan

Perdarahan uterus abnormal hampir selalu disebabkan oleh gangguan poros hormonal hipotalamus- hipofisis – ovarium

Diagnosa PUD umumnya dibuat setelah penyebab organik dari PUA disingkirkan.

Perdarahan pada umumnya berasal dari endometrium stadioum proliferatif.

Pada sebagian besar kasus, PUD berkaitan dengan :

  • Siklus ovarium yang anovulasi atau ologiovulasi ( misal pada PCOS
  • Tingkat kadar estrogen yang tidak sebanding dengan kadar progesteron

POLA PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSI :

POLIMENOREA : frekuensi haid yang abnormal yang berlangsung setiap < 24 hari

MENORAGIA : Haid yang berlebihan dan berkepanjangan ( > 80 ml dan berlangsung > 7 hari ) namun dengan siklus yang normal

METRORAGIA : Episode perdarahan yang tidak beraturan

MENOMETRORAGIA : Perdarahan uterus yang tidak teratur dan jumlah berlebihan

Sebagian besar kejadian PUD terjadi pada masa sekitar menarche (usia 11 – 14 tahun ) atau sekitar menopause ( usia 45 – 50 tahun .

Pada masa perimenopause , perdarahan uterus anovulasi seringkali disebabkan oleh menurunnya kapasitas ovarium.

Pada masa remaja, perdarahan anovulasi sering disebabkan oleh kegagalan sistem hipotalamus – hipofisis untuk merespon mekanisme umpan balik positif dari estrogen.

Proses normal yang berlangsung pada siklus haid yang fisiologis :

  1. Kadar estrogen meningkat secara gradual sehingga endometrium tumbuh dengan baik pada stadium proliferasi
  2. 24 jam pasca kenaikan mendadak (surge) dari hormon LH – luteiniozing hormon, terjadi ovulasi dan diikuti dengan pembentukan corpus luteum yang menghasilkan progesteron
  3. Pada fase luteal (fase sekresi) , terdapat kenaikan kadar prostaglandin F2α (vasokonstriktor kuat) yang menyebabkan terjadinya iskemia endometrium

Pada siklus yang anovulasi, kadar prostaglandine dalam endometrium non-sekresi rendah sehingga periode haid tidak berlangsung secara efisien.

Siklus anovulasi (kadar estrogen tidak diimbangi dengan kadar progesteron yang memadai) yang berulang akan menyebabkan hiperplasia atau karsinoma endometrium.

DIAGNOSA

Diagnosis PUD dibuat dengan menyingkirkan berbagai penyebab dari perdarahan uterus abnormal. Kemungkinan kehamilan harus terlebih dulu disingkirkan

PENYEBAB NON DISFUNGSIONAL DARI PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL :

1. Iatrogenik :

  1. Estrogen eksogen ( kontraspsi oral )
  2. Aspirin
  3. Heparin
  4. Tamoxifen
  5. IUD

2. Diskrasia darah :

  1. Tromobositopenia
  2. Fibrinolisin meningkat
  3. Penyakit autoimune
  4. Leukoemia
  5. Penyakit Von Willebrand

3. Sistemik :

  1. Penyakit hepar (metabolisme estrogen terganggu )
  2. Penyakit ginjal (hiperprolaktinemia)
  3. Penyakit tiroid

4. Trauma :

  1. Laserasi
  2. Abrasi
  3. Benda asing

5. Penyakit organik :

  1. Komplikasi kehamilan
  2. Mioma uteri
  3. Keganasan servik / corpus uteri
  4. Polip endometrium
  5. Adenomiosis
  6. Endometritis
  7. Hiperplasia endometrium

Pemeriksaan penting untuk menegakkan diagnosis PUD :

  1. Ultrasonografi pelvik
  2. Biopsi endometrium

Pemeriksaan laboratorium untuk diagnosa PUD :

1. Pemeriksaan laboratorium :

  1. Darah Lengkap
  2. Hitung trombosit
  3. Serum Iron dan Iron – binding globulin
  4. Prothromibin dan partial prothrombine time
  5. Bleeding tine
  6. hCG urine
  7. Fungsi tiroid
  8. Progesteron serum
  9. Fungsi hepar
  10. Kadar prolaktin
  11. Kadar FSH

2. Prosedur diagnostik :

  1. Sitologi servik ( papaniculoau smear )
  2. Biopsi endometrium
  3. Ultrasonografi panggul
  4. Histeroskopi

PENATALAKSANAAN

  • Penatalaksanaan hormonal
  • Perdarahan berat pada masa menarche dan perimenopause seringkali memerlukan estrogen dosis tinggi ( kadang-kadang diberikan intravena)
  • Perdarahan yang ringan : estrogen dosis rendah per oral yang diikuti atau disertai dengan progestin, bila perdarahan masih belum berhenti perlu dilakukan D & C
  • PUD seringkali memerlukan terapi dengan estrogen siklis 25 hari dan pada hari ke 10 – 15 dilanjutkan dengan pemberian progestin
  • Pemberian progestin secara siklis digunakan pada pasien usia muda yang diperkirakan sudah memiliki kadar estroen endogen cukup untuk melakukan sensitisasi reseptor progesteron
  • Pada pasien yang lebih ‘tua’ yang tidak memberikan respon terhadap obat secara memadai dan tidak menghendaki kehamilan lagi dapat dilakukan tindakan radikal yang permanen:
    • Ablasi endometrium
    • Histerektomi

PENATALAKSANAAN HORMONAL UNTUK PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSI :

1. PERDARAHAN MASIF :

25 mg estrogen conjugated intravena

2. PENATALAKSANAAN LANJUTAN PASCA PENGENDALIAN PERDARAHAN MASIF :

  • Conjugated estrogen 2.5 mg peroral / hari selama 25 hari
  • Bila perdarahan masih berulang atau meningkat , dosis dapat ditingkatkan 2 kali lipat
  • Tambahkan 10 mg medroxyprogesteron acetat (MPA) pada 10 hari terakhir terapi.
  • Perdarahan lucut terjadi 5 – 7 hari setelah terapi berhenti

3. PENATALAKSANAAN MENOMETRORAGIA MODERAT DENGAN KOMBINASI ESTROGEN PROGESTIN :

  • Estrogen conjugated 1.25 mg peroral selama 25 hari disertai dengan MPA 10 mg untuk 10 hari terakhir (hari ke 15 – 25 )
  • Kontrasepsi oral selama 21 hari (perdarahan lucut 7 hari kemudian )
  • PROGESTIN SIKLIS : 10 mg MPA 10 – 15 hari setiap bulan selama 3 bulan berturut-turut , perdarahan lucut terjadi 5 – 7 hari pasca penghentian obat


Rujukan Kepustakaan :

  1. [Guideline] James AH, Kouides PA, Abdul-Kadir R, Edlund M, Federici AB, Halimeh S, et al. Von Willebrand disease and other bleeding disorders in women: Consensus on diagnosis and management from an international expert panel. Am J Obstet Gynecol. May 28 2009;[Medline]. [Full Text].
  2. Bayer SR, DeCherney AH. Clinical manifestations and treatment of dysfunctional uterine bleeding. JAMA. Apr 14 1993;269(14):1823-8. [Medline].
  3. Herbst A, Mishell D, Stenchever M. Abnormal uterine bleeding. In: Comprehensive Gynecology. 2nd ed. Mosby-Year Book; 1992:1083-1097.
  4. Johnson CA. Making sense of dysfunctional uterine bleeding. Am Fam Physician. Jul 1991;44(1):149-57. [Medline].
  5. Physician's Desk Reference. 50th ed. Medical Economics Books; 1996.
  6. Pritchard JA, MacDonald PC, Gant NF. Complications of pregnancy. In: William's Obstetrics. 19th ed. McGraw-Hill Professional Publishing; 1993:819-820.
  7. Rosenfeld JA. Treatment of menorrhagia due to dysfunctional uterine bleeding. Am Fam Physician. Jan 1996;53(1):165-72. [Medline].
  8. Seamen C, Slovis C. Abnormal vaginal bleeding in the nonpregnant patient. Emerg Med Rep. 1996;17:219-226. [Medline].

0 komentar:

Posting Komentar