Pages

Selasa, 07 Juli 2009

Aspirasi Vakum Manual

Aspirasi vakum atau ‘suction aspiration’ adalah tehnik aspirasi untuk mengeluarkan isi uterus melalui servik. Tehnik ini biasanya digunakan pada:

  1. kasus abortus provokatus
  2. Prosedur terapi pada abortus inkompletus
  3. Pengambilan sediaan endometrium ( endometrial biopsy )

Angka kejadian infeksi lebih rendah dibandingkan prosedur pembedahan intra uterine lain.

Tehnik ini seringkali disebut sebagai ‘dilatation and evacuatiuon’ , dilatation and curettage.

Histori

Penghisapan untuk mengeluarkan isi uterus sebagai alternatif tindakan dengan peralatan logam diawali oleh Drs. Yuantai Wu dan Xianzhen Wu di China tahun 1958[5]. Pada tahun 1967, tehnik ini digunakan di Inggris dan di Amerika Serikat tehnik ini digunakan pada awal 1970 sejak dikenalnya Karman cannula, sebuah cannula fleksible sebagai alternatif penggunaan dilatator logam untuk menghindari perforasi uterus.

Keuntungan dibandingkan dilatasi dan kuretase konvensional

Dilation and curettage , dikenal pula sebagai tindakan kuretase tajam sebagai standard tindakan evakuasi uterus. Namun terdapat sejumlah keuntungan atas penggunaan vakum aspirasi sebagai alternatif dari kuretase tajam[12]

Aspirasi vakum sebelumnya dikenal dalam lingkup persalinan sebelum digunakan untuk maksud kuratse. Tindakan aspirasi vakum manual dilakukan pada kehamilan kurang dari 6 minggu dengan komplikasi yang lebih rendagh dibandingkan tindakan dilatasi dan kuretase umumnya[11].

Aspirasi vakum – khususnya aspirasi vakum manual peralatan yang digunakan jauh lebih murah dibandingkan peralatan untuk tindakan D&C

Tindakan dapat dilakukan tanpa anestesi dan secara poliklinis tanpa rawat inap.

Tindakan aspirasi vakum manual dapat dikerjakan oleh dokter, bidan dan tidak perlu seorang ahli obstetri ginekologi. [13]

Aspirasi manual vakum tidak memerlukan tenaga listrik sehingga dapat digunakan di tempat terpencil sekalipun.

Prosedur tindakan aspirasi vakum manual

Tindakan ini memerlukan waktu 5 - 15 menit

Dapat dilakukan dengan anestesi lokal dan menggunakan NSAID (ibuprofen)/

Prosedur tindakan :

  • Posisi pasien dimeja operasi berbaring telentang seperti pada pemeriksaan ginekolgi.
  • Membersihkan vulva dan vagina
  • Pemasangan spekulum vagina
  • (injeksi lokal anestesi pada servik)
  • Pemasangan sonde
  • Bila perlu, dilakukan dilatasi servik
  • Pemasangan kanula melalui servik masuk kedalam uterus
  • Kanula dihubungkan dengan alat penghisap
  • Dilakukan prosedur penghisapan.

Pasca Pembedahan

  1. Bercak perdarahan sekitar 2 minggu
  2. Nyeri mengejang beberapa jam pasca tindakan
  3. Reaksi emosional

Tindakan pasca operasi :

  1. Antibiotika
  2. Isitrahat satu hari
  3. Asetaminofen atau ibuprofen
  4. Hindari sexual intercourse satu minggu
  5. Segera awali dengan kontrasepsi

Komplikasi

Untuk maksud evakuasi uterus, keberhasilan aspirasi vakum kira-kira 98% dan sisa produk konsepsi seringkali memerlukan tindakan aspirasi berikutnya.

Komplikasi lain antara lain : perdarahan, cedera servik dan adhesi uterus.

Rujukan

  1. ^ a b c d Coombes R (14 June 2008). "Obstetricians seek recognition for Chinese pioneers of safe abortion". BMJ (BMJ) 336: 1332–3. doi:10.1136/bmj.39608.391030.DB. PMID 18556303. http://www.bmj.com/cgi/content/full/336/7657/1332-a.
  2. ^ a b c d e f "Manual and vacuum aspiration for abortion". A-Z Health Guide from WebMD. October 2006. http://www.webmd.com/hw/womens_conditions/tw1078.asp. Retrieved on February 18 2006.
  3. ^ "Miscarriage". EBSCO Publishing Health Library. Brigham and Women's Hospital. January 2007. http://healthgate.partners.org/browsing/browseContent.asp?fileName=11672.xml&title=Miscarriage. Retrieved on 2007-04-07.
  4. ^ "What Every Pregnant Woman Needs to Know About Pregnancy Loss and Neonatal Death". The Unofficial Guide to Having a Baby. WebMD. 2004-10-07. http://www.webmd.com/sexual-conditions/pregnancy-loss-neonatal-death?page=3. Retrieved on 2007-04-29.
  5. ^ Wu Y and Wu X (1958). "A report of 300 cases using vacuum aspiration for the termination of pregnancy" (in English translation from BMJ) (PDF). Chinese Journal of Obstetrics and Gynaecology: 447–9. http://www.bmj.com/cgi/data/336/7657/1332-a/DC1/1.
  6. ^ Kerslake D, Casey D (July 1967). "Abortion induced by means of the uterine aspirator". Obstet Gynecol 30 (1): 35–45. PMID 5338708.
  7. ^ a b Baird, Traci L. and Susan K. Flinn (2001) (PDF). Manual Vacuum Aspiration: Expanding women's access to safe abortions services. Ipas. p. p. 3. http://www.ipas.org/Publications/asset_upload_file734_2467.pdf. Retrieved on 2008-01-28. , which cites:

Greenslade, Forrest; Janie Benson, Judith Winkler, Victoria Henderson and Ann Leonard (1993). "Summary of clinical and programmatic experience with manual vacuum aspiration". Advances in Abortion Care 3 (2).

  1. ^ "Managing complications in pregnancy and childbirth: A guide for doctors and midwives". World Health Organization. 2003. http://www.who.int/reproductive-health/impac/Procedures/Manual_vacuum_P65_P68.html. Retrieved on 2006-09-14.
  2. ^ Baird (2001), pp. 4-5,14 (sidebars and information box).
  3. ^ Baird (2001), p. 10 (table).
  4. ^ a b c d Baird (2001), pp. 4-6.
  5. ^ Baird (2001), p. 2.
  6. ^ a b Baird (2001), pp. 5,8-13.
  7. ^ Dalton, VK; Saunders NA, Harris LH, Williams JA, Lebovic DI (June 2006). "Intrauterine adhesions after manual vacuum aspiration for early pregnancy failure". Fertility and sterility 85 (6): 1823.e1–3. doi:10.1016/j.fertnstert.2005.11.065. PMID 16674955.

Diagram prosedur aspirasi vakum pada kehamilan 8 minggu :

1: Kantung amnion
2: Janin
3: Endometrium
4: Speculum
5: Vacurette
6: Dihubungkan dengan pompa / semprit penghisap

image

image

edited : dr. Bambang Widjanarko,SpOG

0 komentar:

Poskan Komentar